Minggu, 01 Maret 2020

Peran perawat dalam mengatasi persoalan dinamika masyarakat pada kelompok sosial

PERAN PERAWAT DALAM MENGATASI PERSOALAN DINAMIKA MASYARAKAT PADA KELOMPOK SOSIAL



A.PENGERTIAN PERAN PERAWAT
    Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan dari masyarakat sesuai dengan kedudukannya di masyarakat. Peran perawat adalah seperangkat tingkah laku yang dilakukan oleh perawat sesuai dengan profesinya. Peran perawat dipengaruhi oleh keadaan sosial dan bersifat tetapperan merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu system. Berikut elemen perawat profesional dalam kehidupan sosial.

1.care giver (
Sebagai pemberi asuhan keperawatan)
   Sebagai pelaku/pemberi asuhan keperawatan, perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada klien, menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi : melakukan pengkajian dalam upaya mengumpulkan data dan informasi yang benar, menegakkan diagnosa keperawatan berdasarkan hasil analisis data, merencanakan intervensi keperawatan sebagai upaya mengatasi masalah yang muncul dan membuat langkah/cara pemecahan masalah, melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang ada dan melakukan evaluasi berdasarkan respon klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilakukan.
 perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan secara langsung kepada klien dengan melakukan pengkajian dalam upaya mengumpulkan data dan evaluasi yang benar, meneakkan diagnosis keperawatan berdasarkan hasil analisis data, merencanakan intervensi keperawatan sebagai upaya mengatasi masalah yang muncul dan membuat langkah atau cara pemecahan masalah, melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang ada, serta melakukan evaluasi berdasarkan respons klien terhadap tindakan keperawatan yang telah di lakukannya.
    peran utama perawat adalah memberikan asuhan keperawatan kepada klien atau individu sebagai makhluk yang holistic dan unik yang meliputi intervensi atau tindakan keperawatan, observasi, pendidikan kesehatan, dan menjalankan tindakan medis sesuai dengan pendelegasian yang di berikan.

2.Cilent advocate
(Sebagai pembela untuk melindungi klien)

      sebagai advocate klien, perawat berfungsi sebagai penghubung antar klien dengan tim kesehatan lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan klien, membela kepentingan klien, serta membantu klien memahami sesuai informasi dan upaya kesehatan yang di berikan oleh tim kesehatan dengan pendekatan tradisional maupun professional. Peran advokasi sekaligus mengharuskan perawat bertindak sebagai narasumber dan fasilitator dalam tahap pengambilan keputusan terhadap upaya kesehatan yang harus dijalani oleh klien. Dalam menjalankan peran sebagai advokat (pembela klien) perawat harus dapat melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalam pelayanan keperawatan.
 
3.Counsellor (Sebagai pemberi bimbingan/konseling klien)
   Tugas utama perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat-sakitnya. Adanya pola interaksi ini merupakan dasar dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya. Memberikan konseling/bimbingan kepada klien, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan sesuai prioritas. Konseling diberikan kepada individu/keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu, pemecahan masalah difokuskan pada masalah keperawatan, mengubah perilaku hidup kearah perilaku hidup sehat.


4.Educator (Sebagai pendidik klien)
  
Sebagai pendidik klien, perawat menbantu klien meningkatkan kesehatannya melalui perberian pengetahuan yang terkait dengan keperawatan dan tindakan yang di terima sehingga klien atau keluarga dapat menerima tanggung jawab terhadap hal-hal yang diketahuinya. Sebagai pendidik, perawat juga dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok keluarga yang beresiko tinggi, kader kesehatan, dan lain sebagainya.

5.Collaborator(Sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain)
   
Dalam hal ini perawat bersama klien, keluarga, team kesehatan yang lain berupaya mengidentifikasi pelayanan kesehatan yang diperlukan termasuk tukar pendapat terhadap pelayanan yang diperlukan klien, pemberian dukungan, paduan keahlian dan keterampilan dari berbagai professional pemberi pelayanan kesehatan.

6.Coordinator( Sebagai koordinator agar dapat memanfaatkan sumber-sumber potensi klien)
   
Peran perawat adalah mengarahakan, merencanakan, mengorganisasikan pelayanan dari semua anggota tim kesehatan. Karena klien menerima pelayanan dari banyak profesional Misalnya pemenuhan nutrisi. Aspek yang harus diperhatikan adalah  jenisnya, jumlah, komposisi, persiapan, pengelolaan, cara memberikan, monitoring, motivasi, edukasi dan sebagainya. Perawat memanfaatkan semua sumber-sumber dan potensi yang ada, baik materi maupun kemampuan klien secara terkoordinasi sehingga tidak ada intervensi yang terlewatkan maupun tumpang tindih.
Dalam menjalankan peran sebagai koordinator, perawat dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

• Mengkoordinasi seluruh pelayanan keperawatan
• Mengatur tenaga keperawatan yang akan bertugas
• Mengembangkan sistem pelayanan keperawatan
• Memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan keperawatan pada sarana kesehatan.

7. Change Agent(sebagai pembaharu yang selalu dituntut untuk untuk mengadakan perubahan-perubahan)
   
Element ini mencakup perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis dalam berhubungan dengan klien dan cara pemberian keperawatan kepada klien. Sebagai pembaharu, perawat menggadakan invasi dalam cara berfikir, bersikap, bertingkah laku dan meningkatkan keterampilan klien/keluarga agar menjadi sehat. Elemen ini mencakup perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis dalam berhubungan dengan klien dan cara memberikan perawatan kepada klien.

8.Consultant(Sebagai sumber informasi yang dapat membantu memecahkan masalah klien)
   
Element ini secara tidak langsung berikatan dengan permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan keperawatan yang diberikan. Dari peran ini maka dapat disimpulkan perawat adalah sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi spesifik klien (Ali Z.H, 2002:5-9).
Menurut Lokakarya Nasional (1998), peran perawat adalah :
1. Pelaksana pelayanan keperawatan
2. Pengelola pelayanan keperawatan dan institusi pendidikan
3. Pendidik dalam keparawatan
4. Peneliti dan pengembang keperawatan

Menurut para sosiolog peran perawat adalah :
1. Peran terapeutik yaitu kegiatan yang ditujukan langsung pada pencegahan dan pengobatan penyakit.
2. Expressive/mother substitute role yaitu kegiatan yang bersifat langsung dalam menciptakan lingkungan dimana klien merasa aman, diterima, dilindungi, dirawat dan didukung oleh perawat itu. Menurut Johnson dan Mortin (1989), peran ini bertujuan untuk menghilangkan kegagalan dalam kelompok pelayanan.

Menurut Schulman (1986), peran perawat adalah hubungan perawat dan klien sama dengan hubungan ibu dan anak, antara lain :
1. Hubungan interpersonal disertai dengan kelembutan hati dan rasa kasih sayang.
2. Melindungi dari ancaman dan bahaya
3. Memberi rasa nyaman dan aman
4. Memberi dorongan untuk mandiri (Wijono D, 2002:36)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar